Kamis, 21 November 2013

Eskalator hidup, kah?




Menyadari bahwa sesuatu yang kita ku kenang itu telah terlewat, sebenar nya ada perasaan sakit di dalam hatiku. Pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban itu muncul…
Itu kemaren?
Masa?
Gak ada lagi sekarang?
Gak akan ada lagi hari-hari kayak gitu?
Gak aka nada lagi perasaan kayak gitu?
Apa ini artinya dewasa?
Apa ini artinya keluar dan melihat dunia yang sangt luas?
Apa memang harus seperti ini?
Merasakan sakit seperti ini?
Merasakan kesendirian seperti ini?

Apa gak bisa ketawa lepas kayak dulu lagi?
Apa gak bisa mengungkapkan apapun yang kita rasakan lagi?
Apa gak bisa berteriak sekencang-kencang nya… Tertawa, bercanda, menangis?
Apa ini yang nama nya dewasa?
Haruskan semua berdasarkan logika?
Berdasarkan realitas?
Tak ada khayalan, tak ada mimpi?

Semua palsu. Aku tau itu. Aku bisa merasakan nya.
Mungkin ini baru awal, mungkin suatu hari nanti aku akan terlibat di dalam nya.
Mungkin aku akan terbiasa dengan itu, mungkin aku bisa menerima dan terlibat dalam kepalsuan itu.

Jadi diriku yang harus menyesuaikan diri pada lingkungan, bukan sebaliknya.
Aku yang sekarang mungkin bukan diriku yang dulu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar