Kamis, 21 November 2013

Kalbuku Bicara


Dia datang begitu saja… hanya begitu saja…
            “Jangan tertawa!”
            “Kenapa?”
            “Jangan tertawa saat hatimu sedang menangis!!! Kau menjijikan!”

            Dia yang menyadarkan ku dari kepalsuan ini…
***

            Aku mulai merasa nyaman di tempatku yang baru. Aku sudah punya banyak teman yang juga menyayangiku di sini… aku rasa aku bahagia…
Tapi…
            “Kau berkumpul bersama mereka hanya karena kau kesepian, bukan?”
            “Tidak. Aku bahagia saat bersama mereka.”
            “Kau hanya tidak mau sendirian. Bodoh!”

            Aku membencinya… dia tida tau sama sekali tentang diriku. Dia hanya sirik padaku karena aku sangat bahagia di sini… ya, aku cukup bahagia, kurasa…
***

            Aku bahagia…
            “Bohong!!!”
            Aku tertawa sekarang…
            “Palsu!!!”
            Ini aku…
            “Itu bukan kau!!!”

***

            Aku bahagia di sini… aku bahagia… mereka tertawa bersama ku… mereka tertawa… mereka…
            Bukan aku…

***

            “Aku merasa selama ini aku bahagia…”
            “Ya, aku tau.”
            “Aku merasa ini adalah tempatku…”
            “Ya, aku tau.”
            “Siapa mereka? siapa yang selama ini tertawa bersamaku?”
            “Mereka, hanya mereka.”
            “Apa aku bahagia?”
            “Tidak, kurasa.”
            “Apa aku memang tertawa?”
            “Tidak, kurasa.”
            “Lalu apa yang aku lakukan?”
            “Kau hanya zombie.”
            “Seburuk itukah aku?”
            “Tidak. Bahkan lebih buruk lagi… kau bahkan tidak menyadari bahwa kau zombie.”
            “Ya, kau benar. Aku tidak menyadarinya… Aku berpura-pura bahagia selama ini, aku takut sendirian… jadi aku harus bahagia.”
            “Kau tau, kau menjijikan.”
            “Ya, aku sangat menjijikan.”

***

            Ya, aku memang menjijikan. Ternyata airmata ini sudah lama terbendung dalam hatiku… sudah lama ku tahan untuk tidak keluar… sudah lama… terlalu lama…
            Hatiku sakit… sangat sakit… otaku yang memaksa setiap realitas membekukan perasaanku… otaku memanipulasiku dengan baik… sangat baik…
            Aku ingin menangis… aku hanya ingin menangis sekarang…
           
            “Sekarang aku sendiri, kau tau?”
            “Pada dasarnya kita memang sendiri.”
            “Maksudmu?”
            “Kau tak bisa selamanya dengan orang lain, bahkan dengan orang tuamu sekalipun. Kau benar-benar sendiri di dunia ini…”
            “Ya, kau benar.”
            “Kau harus terbiasa sendirian, mulai dari sekarang.”
Aku melamun… tenggelam dalam pikiranku sendiri…
            “Mereka, teman-temanmu, buatlah batas dengan mereka… mereka hanya memanfaatkan mu… kau tau, kan?”
            “Ya, aku tau…”
            “Lalu kenapa kau masih bersama mereka?”
Aku tersenyum, memandangnya dengan senyum termanis yang kupunya.
            “Aku takut sendirian…”
            “Bodoh!”
            “Ya, aku memang bodoh…”
Dia mengusap kepalaku lembut.
            “Panggil aku jika kau kesepian…”
Dan dia pergi…
***
            “Ya Allah… Aku memanggilmu karena saat ini aku sedang kesepian… kau telah janji akan menemaniku saat aku kesepian…”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar