Selasa, 07 Mei 2013

Cita-cita Gua di Gantung T_T


Kemaren, waktu tanggal 6 may 2013.

Gua anak kuliahan semester 2 disalah satu universitas swasta yang cukup di kenal di Indonesia. Jurusan Komputerisasi Akuntansi. Klo gua bilang udah 2 semester berarti udah hampis setahun gua kuliah disana. Tapi That’s not my dream Man. Itu bukan mimpi gua. Gua mau jadi seorang sutradara terkenal yang akan memproduksi Film-film yang menggemparkan dunia. Jadi tahun ini gua putuskan untuk daftar ujian mandiri di salah satu perguruan tinggi kesenian di bandung. Rencana nya gua mau ambil jurusan TV&Film.
Sebuah mimpi akan terasa tidak indah jika tidak membutuhkan sebuah perjuangan. Yup Man.
Disinilah perjuangan gua. Pendaftaran jalur Mandiri, (Gua ngambil yang beasiswa yang diberikan oleh kemendiknas) tinggal 6 hari lagi tertanggal yang kemaren. Tapi gua belum bisa daftar.

(Sebelum nya gua akan mempertegas status drajat keluarga gua. Keluarga gua bukan termasuk orang kaya. Bokap gak akan sanggup biayai kuliah kedua anak nya sekaligus, gua dan kakak gua. Dengan biaya kuliah semahal ini di Indonesia + Pungutan-pungutan yang you know lah. Dan membiayai kehidupan gua + Kakak gua yang ngekost di luar kota dengan biaya pangan yang terus melonjak naik di Negara tercinta ini. Jadi se enggak nya gua bisa ngerinanin beban bokap gua dengan ikut Beasiswa ini)

Sekarang gua lagi galau.
Gua gak bisa daftra karena gua belum dapet user name dan password dari pihak yang menyelengarakan beasiswa untuk pendaftaran sebagai peserta.

Man. Tau kah kalian ini adalah gerbang menuju mimpi gua yang indah.
Gua tegasin sekali lagi. Maman-maman boleh tertawa sepuasnya, tapi gua bercita-cita untuk menjadi sutradara dari cerita yang gua bikin sendiri.
Maman-maman. Gua bosen dan muak dengan perfilman Indonesia yang gak bisa move on. Gua muak dengan system perfilman yang menggunakan prinsip ekonomi “Mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya”.

Gua cinta sama dunia film man. Gua cinta nonton film. Tapi gua prihatin sama perfilman dinegara tercinta ini.
Dengan tekad yang membara gua memutuskan untuk memajukan perfilman Indonesia ini dengan gaya gua. Dengan mementingkan kualitas daripada keuntungan. Membuka jalan untuk film Indonesia go internasional.

Tapi, balik lagi kemasalah pihak penyelenggara beasiswa yang sampai saat ini masih belum membalas form yang dikirim oleh SMA gua yang berdampak kepada kelanjutan masa depan perfilman Indonesia ini.

Dampaknya besar man. Sang sutradara terkenal ini bergantung pada kalian wahai panitia beasiswa….
Ini bukan sekedar mimpi ABG yang lagi labil. Ini tentang semangat jiwa menyatukan bangsa dan memajukan Indonesia.

Semua itu bisa terhambat hanya dengan kalian tidak membalas Form dari SMA gua. T_T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar