Kemaren, waktu tanggal 6 may 2013.
Gua anak kuliahan semester 2
disalah satu universitas swasta yang cukup di kenal di Indonesia. Jurusan Komputerisasi
Akuntansi. Klo gua bilang udah 2 semester berarti udah hampis setahun gua
kuliah disana. Tapi That’s not my dream Man. Itu bukan mimpi gua. Gua mau jadi
seorang sutradara terkenal yang akan memproduksi Film-film yang menggemparkan
dunia. Jadi tahun ini gua putuskan untuk daftar ujian mandiri di salah satu
perguruan tinggi kesenian di bandung. Rencana nya
gua mau ambil jurusan TV&Film.
Sebuah mimpi akan terasa tidak
indah jika tidak membutuhkan sebuah perjuangan. Yup Man.
Disinilah perjuangan gua. Pendaftaran jalur Mandiri, (Gua ngambil yang beasiswa yang diberikan oleh kemendiknas) tinggal 6 hari lagi tertanggal yang kemaren. Tapi gua belum bisa daftar.
Disinilah perjuangan gua. Pendaftaran jalur Mandiri, (Gua ngambil yang beasiswa yang diberikan oleh kemendiknas) tinggal 6 hari lagi tertanggal yang kemaren. Tapi gua belum bisa daftar.
(Sebelum nya gua akan mempertegas status drajat keluarga
gua. Keluarga gua bukan termasuk orang kaya. Bokap gak akan sanggup biayai
kuliah kedua anak nya sekaligus, gua dan kakak gua. Dengan biaya kuliah semahal
ini di Indonesia + Pungutan-pungutan yang you know lah. Dan membiayai kehidupan
gua + Kakak gua yang ngekost di luar kota dengan biaya pangan yang terus
melonjak naik di Negara tercinta ini. Jadi se enggak nya gua bisa ngerinanin
beban bokap gua dengan ikut Beasiswa ini)
Sekarang gua lagi galau.
Gua gak bisa daftra karena gua belum dapet user name dan
password dari pihak yang menyelengarakan beasiswa untuk pendaftaran sebagai peserta.
Man. Tau kah kalian ini adalah gerbang menuju mimpi gua yang
indah.
Gua tegasin sekali lagi. Maman-maman boleh tertawa
sepuasnya, tapi gua bercita-cita untuk menjadi sutradara dari cerita yang gua
bikin sendiri.
Maman-maman. Gua bosen dan muak dengan perfilman Indonesia
yang gak bisa move on. Gua muak dengan system perfilman yang menggunakan
prinsip ekonomi “Mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan
yang sebesar-besarnya”.
Gua cinta sama dunia film man. Gua cinta nonton film. Tapi
gua prihatin sama perfilman dinegara tercinta ini.
Dengan tekad yang membara gua memutuskan untuk memajukan perfilman
Indonesia ini dengan gaya gua. Dengan mementingkan kualitas daripada
keuntungan. Membuka jalan untuk film Indonesia go internasional.
Tapi, balik lagi kemasalah pihak penyelenggara beasiswa yang sampai
saat ini masih belum membalas form yang dikirim oleh SMA gua yang berdampak
kepada kelanjutan masa depan perfilman Indonesia ini.
Dampaknya besar man. Sang sutradara terkenal ini bergantung
pada kalian wahai panitia beasiswa….
Ini bukan sekedar mimpi ABG yang lagi labil. Ini tentang
semangat jiwa menyatukan bangsa dan memajukan Indonesia.
Semua itu bisa terhambat hanya dengan kalian tidak membalas
Form dari SMA gua. T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar