Minggu, 12 Mei 2013

THE CURSE OF LOVE CIRCLE part3



Pagi hari setelah kami membereskan barang-barang kami, tiba-tiba bu Hani mengajak kami berkumpul.
                “listen. Walaupun ibu belum menikah, tapi sepertinya ini tidak dapat dibiarkan berkembang semakin jauh. Cinta kalian ini harus dituntaskan sebelum terjadi pertumpahan darah.” Jelas bu Hani.
Seperti saat dia sedang mengajar anak-anak, bu Hani berdiri didepan kami, menerangkan setiap akibat yang terjadi dengan papan board yang berdiri disampingnya. Aku ingin tau dari mana bu Hani mendapatkannya.
                “seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya, cinta kalian itu akan ibu deskripsikan. Mulai dari Putri yang menyukai Aldi, Aldi menyukai Ara, dan Reno…. Reno menyukai ibu. Sepertinya tidak terlihat seperti jalinan cinta pada umumnya” lanjut bu Hani “Akan lebih mudah jika ini adalah cinta segitiga, bukan cinta yang berjajar tanpa balas seperti  ini.”
Apa? Cinta yang berjajar tanpa balas. Sebenarnya apa yang akan dijelaskan oleh si perawan tua ini?
                “skema cinta yang kalian ketahui adalah seperti ini”


 “tapi, akan lebih rapi jika tersusun seperti ini”
 
“Lingkaran?” Tanya sekretaris heran.
                      “bu, panah itu maksudnya bukan……” aku tak berani melanjutkan.
                      “kenapa Ara, apa ada yang salah?”
                      “Ara menyukaiku?” tanya Reno polos.
                      “lelucon apa ini” kataku jengkel.
                      “Ara, kau tau kenapa ibu pergi ke tendamu malam itu?” Tanya bu Hani lembut.
Aku sungguh tak tertarik dengan pembahasan ini. Menjijikan dan menjengkelkan. Apa maksudnya ini, apa dengan merasa jengkel melihat Reno akkhhh si kura-kura katro itu dekat dengan bu Hani dan memikirkannya sepanjang malam, lalu merasa sedih saat dia sedih dan merasa bahagia saat dia bahagia, tidak ingin jauh darinya dan ingin terus bersamanya bisa dikatakan dengan perasaan suka?
                      “selama kita berkemah kau tak pernah bicara pada ibu, selalu memasang tampang cemberut saat Reno mendekati ibu, saat Reno berbicara pada ibu. Ibu pikir kamu cemburu dan maka dari itu ibu pergi ke tendamu untuk mengkonfirmasi bahwa ibu tidak ada apa-apa dengan Reno” jelas bu Hani
                      “bagus. Sainganku hanya si kura-kura katro itu” gumam si tersangka.
                      “kau dipecat” bentaku pada tersangka.
                      “apa? Ara, eh… boss jangan dong”
                      “lalu, tanda Tanya itu?” Tanya si sekretaris.
                      “bukan apa-apa, hanya agar membuatnya tampak seperti love circle saja”
                      “Love circle? Aku rasa aku pernah mendengarnya.” Kata tersangka ” The Curse of Love Circle. Legenda pangeran dari cina yang terkena kutukan karena mencintai adiknya sendiri, lalu sang adik mengadu pada dewa untuk menjauhkan kakanya itu darinya dan terbentuklah likaran cinta yang menghambat sang pangeran untuk menikahi adiknya.” Jelas si tersangka.
                      “BODOH. Mana ada yang seperti itu didunia ini, itu hanya dongeng sebelum tidur untuk orang-orang cina” kataku jengkel.
                “ia, aku juga pernah mendengarnya. Akhir ceritanya sangat menyedihkan. Lingkaran cinta ini telah membuat rakyat cina menderita karena peperangan diantara kerajaan besar, mengingat para petinggi kerajaanlah yang terlibat dalam lingkaran cinta itu. Akhirnya adik si pengeran tersebut memutuskan untuk bunuh diri agar lingaran cinta itu terputus.” Jelas Reno.
                “haha, kupikir kau hanya tau pelajaran saja” kata si tersangka.
                “jika itu dapat menyelesaikan masalah, aku akan korbankan Reno” kataku santai.
                “aku pikir itu ada benarnya juga” sambung sekretaris.
                “aku setuju” lanjut tersangka.
                “apa?” protes Reno. “hey Ara, bukankah kau menyukaiku?”
                “aku masih dapat mengontrol emosiku”
                “anak-anak, sudahlah itu hanya sebuah Legenda, tapi….. apa kalian ingat ramalan nenek pemilik warung itu pada ibu? Dia menyebut tentang lingkaran cinta bukan?” kata bu Hani.
                “apa ini ada hubungannya dengan nenek itu?” Tanya si sekretaris.
                “apa kubilang, nenek itu adalah hantu kesepian yang suka menggangu orang untuk kesenanganya” kata si tersangka.
                “kau menyindirku?” tanyaku marah.
                “tidak boss, maaf”
                “baiklah. Apa kalian sudah mendongengnya? Ayo kita pulang, nanti keburu malam”  
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang hari ini juga, melupakan yang pernah terjadi dan akan menjalani hari yang baru.
……….
                “sekretaris, jam berapa sekarang?” tanyaku geram.
                “jam tujuh malam boss”
Saat kami memutuskan untuk pulang, kami berjalan mengikuti jalan setapak keluar hutan. Nyatanya kami tersesat dan cukup lama berjalan mengelilingi hutan itu. Tidak perlu ditanya bagaimana keadaan kami saat itu, bu Hani terus mengomel, Reno menangis, tersangka terus marah-marah, hanya aku dan sekretaris yang bertahan.
Setelah kami berhasil keluar dari hutan, hari sudah sore dan tidak ada lagi mobil yang akan membawa kami pulang. Mobil pick up pembawa sayuranpun sudah tidak ada dan akhirnya beginilah kita, berjalan tanpa arah dan tujuan, lelah dan kelaparan.
                “hey kura-kura katro, pikirkan sesuatu” kata tersangka “kasihan Ara kecapean dan kelaparan. Ara, kau tidak kedinginan? Kau mau aku pinjamkan bajuku untuk menghangatkanmu?”
                “just shut you mouth up” bentaku.
                “bagaimana kalau kita istirahat di warung itu saja” kata Reno menyarankan.
                “mana ada disini warung, Reno” kata bu Hani.
                “sepanjang jalan yang kita lewati, ada bayak warung” jawab Reno polos
                Baiklah, ini adalah kebodohan, AKU TIDAK MAU MEMBAHASNYA. Akhirnya kamipun memutuskan akan beristirahat malam ini di warung kecil yang ada di sudut jalan. Saat memasuki warung itu hawa aneh mulai merasuk kedalam tubuhku. Sama persis pada saat ibuku berada dibelakangku sambil mengacungkan pisaunya setiap pagi ke arahku, menyeramkan dan sangat mistik. Tapi aku merasa sepertinya warung ini tidak asing bagiku.
                “ini warung yang waktu itu kita pernah pakai untuk menginap saat datang kesini kan?” kata Reno.
Reno benar, ini adalah warung yang digunakan untuk kami tidur saat kedatangan kami waktu itu. Warung dengan nenek tua sebagai penjaganya, tidak ada meja maupun kursi untuk tempat kami makan saat itu. Tapi, bukankah waktu itu disudut warung ini ada patung wanita yang aneh, kenapa sekarang tidak ada.
                “ada yang bisa saya bantu?”
Tiba-tiba nenek itu muncul lagi dari bawah meja kasir yang ada didepan kami, membuat kami spot jantung saja.
                “maaf tadi ada yang jatuh kebawah” jelas si nenek “oh, kalian. Apa berkemah kalian menyenangkan?”
                “lumayan nek, apa boleh kami menginap semalam lagi disini karena bus untuk kami pulang sudah tidak beroprasi lagi pada jam segini. Akan kami bayar dengan ongkos menginap yang waktu itu juga” Kata Bu Hani.
                “oh, baiklah akan nenek siapkan dulu yah” si nenek pun berlalu.
                Akhirnya disinilah kami, menginap semalam di warung yang kecil ini. Tapi malam ini kami tidak tidur dan memutuskan untuk berdiskusi. Agar lebih mudah akan aku buat seperti dialog.
Sekretaris : saat pertama menginap diwarung ini, aku sudah mulai merasa bahwa ada yang aneh dengan tubuhku.
Tersangka : aku juga merasakan hal yang sama. Aku rasa si nenek itu benar-benar ada hubungannya dengan kutukan lingkaran cinta itu.
“kutukan lingkaran cinta?” tiba-tiba nenek pemilik warung yang hentah dari mana muncul dan mengagetkan kami. Apakah memang hobi nenek-nenek itu mengagetkan orang yah?
Nenek: kalian membicarakan tentang kutukan lingkaran cinta?
Bu Hani: iya nek. Mmm….Nenek ingat saat meramalku, nenek menyebutkan tentang lingkaran cinta?
Tersangka: apa nenek benar-benar hantu dari cina?
Aku kepada si tersangka : DIAM!!
Nenek: ya, nenek ingat.sebenarnya itu adalah legenda  tentang segerombolan orang yang terjebak dalam cinta yang arahnya melingkar diantara mereka.
Sekretaris : jadi?
Nenek: sebelumnya……siapa yang menyentuh patungku?
Semua terdiam dan menatap padaku.
Aku: apa? Kenapa?
Sekretaris : hanya kau yang selalu melanggar aturan.
Aku: terserah, tapi aku tidak menyentuhnya.
Bu hani: kalau buka Ara, bukan Putri, bukan Reno, bukan Aldi dan bukan ibu, lalu? Kami tidak menyentuhnya nek, maaf. Apakah patung itu yang menyebabkan semua ini?
Tersangka : apa patung itu patung terkutuk yang jika tersentuh dia akan murka dan menebarkan kutukannya?
Aku pada si tersangka lagi: DIAM!!
Nenek: tidak, hanya saja ada sidik jari yang membekas pada patung itu.  Patung itu adalah patung terakhir yang dibuat oleh suami nenek yang sudah lama meninggal. Nenek hanya tidak suka jika ada yang menyentuhnya, sekarang patung itu nenek letakan di kamar.
Sekretaris : lalu kutukan cinta itu?
Nenek: apa kalian benar-benar mengalaminya?
Kami menjawab dengan anggukan.
Nenek: jika itu benar, dilihat dari jumlah kalian sepertinya akan ada cinta terlarang di antara…….
Sekretaris : aku juga takut itu terjadi, bu Hani….. tidak menyukaiku kan?
Bu Hani: apa? Apa kamu pikir ibu sepasrah itu karena tidak ada yang melamar ibu sehingga ibu akhirnya menyukai wanita?
Sekretaris : sepertinya tidak.
Nenek: berarti ada orang lain selain kalian yang ada dihutan itu. Carilah orang itu, kalian akan menemukan jawabanya.
Bu Hani, Reno, aku, Aldi, Putri: hutan?
Tersangka : siapa? Apa hantu itu adalah penjaga hutan? Dia murka karena kami belum minta ijin berkemah dihutanya?
Aku kepada si tersangka lagi: AKAN KU JAHIT MULUTMU!!
Dan aku bersumpah akan benar-benar menjahit mulutnya jika dia bicara sesuatu yang membuat masalah ini menjadi tambah aneh.
Nenek: bukan. Hanya warga sipil. Orang keenam, kalian mengerti?
Reno: apa orang keenam itu yang disukai bu Hani, tapi dia menyukai putri? Pelengkap lingkaran cinta diantara kita?
Nenek: sudah malam, anak muda ayo cepat tidur, besok banyak yang harus kalian kerjakan.
                Dan nenek tua itupun berlalu. Cerita ini semakin aneh saja menurutku, kupikir ini karena patung nenek itu lalu sekarang karena hutan itu, apakah dijaman yang semoderen ini masih ada hal yang seperti itu. Tapi sebaiknya aku percaya saja untuk saat ini. Sebenarnya masalah kita ini bisa dibilang sangat sederhana, tapi jika ini terus berlanjut maka akan terjadi pertumpahan darah diantara kami. Aku tidak mau anak buahku saling membunuh dan memberontak padaku, harga diriku sebagai seorang boss dipertaruhkan disini, jadi ini adalah masalah besar dan harus dituntaskan segera. Kami memutuskan untuk kembali ke hutan untuk mencari orang terakhir yang terlibat dengan kutukan lingkaran cinta ini.
***
                Di hutan….
                “seperti apa orang itu?” tanya sekretris.
                “bagaimana kita menemukan orang itu dihutan yang seluas ini, dan belum tentu dia masih ada dihutan ini” kata Reno.
                “kenapa kita tidak berpencar saja. Reno, bu Hani dengan sekretaris, aku dengan Ara” usul si tersangka.
                “YOU WANNA DIE?” bentaku.
                Setelah dipikir-pikir ini memang usaha yang sia-sia, mana ada orang yang datang ke hutan seperti ini selain kami. Apakah benar yang kita alami adalah kutuan cinta? Dan apakah kami sudah gila dengan mempercayai perkataan nenek tua penjaga warung remang-remang?
 Setelah lama mencari mengelilingi hutan ini, kamipun mulai putus asa.
                “ikuti kata legenda, korbankan satu untuk memutuskan lingkaran. Tidak perlu mencari orang keenam” usul si tersangka.
                “aku pilih Reno” kataku
                “aku juga” sambung sekretaris
                “terserah jika itu yang terbaik” lanjut bu Hani
                “tunggu, hey, Ara bukankah kau menyukaiku? Ara?” teriak Reno.
Reno benar-benar akan kami korbankan demi kelangsungan hidup kami. Aku dan tersangka  sudah memegangi Reno, bu Hani mengikatkan Reno pada sebatang pohon dan sekretaris akan menyiapkan api untuk membakar Reno sementara itu Reno berusaha untuk melawan, dia tidak berhenti meronta-ronta dan berteriak minta tolong.
                “ada apa ini?”
Tiba-tiba ada yang datang dari dalam hutan, seorang pria, sendirian, menggendong tas besar. sepertinya pria itu habis berkemah dihutan ini.
                “kau siapa?” tanyaku
Agar lebih mudah akan kubuat seperti dialog.
Si pria: saya sarjana botani IPB yang sedang melakukan riset untuk gelar S2 saya.
Sekretaris : apa kau sudah lama dihutan ini?
Si pria : satu minggu.
Tersangka : jadi ini orang yang satu lingkaran sama kita, lumayan berwibawa juga.
Benarkah? Benarkah ini orang yang ada pada lingkaran cinta kita? Orang keenam yang melengkapi lingkaran? Akhirnya aku terbebas……… tapi, kenapa orang ini tidak bereaksi apa-apa pada kami? Menurut diagram lingkaran yang dibuat oleh bu Hani, harusnya dia sekarang akan berlari ke arah sekretaris, memeluknya dan berkata  “aku sudah mencarimu kemana-mana didalam hutan ini, tanpa makan dan mandi, memikirkanmu sepanjang malam, mengkhawatirkanmu jika kau terluka. Akhirnya aku menemukanmu juga disini”. Tapi mengapa reaksinya tidak seperti itu?
Aku: apa kau merasakan sesuatu?
Si pria: merasakan apa?
Aku: saat melihat dia (menunjuk pada sekretaris)
Si pria: tidak. Kenapa? Dan apa yang kalian lakukan padanya? (menunjuk Reno yang terikat dipohon tak berdaya) kalian akan menyakiti pohon itu. Jika ingin mengikat orang, ikatlah dipohon yang lebih besar.
Reno: aku akan dibakar hidup-hidup oleh mereka dan kau hanya memikirkan pohon?
Melihat si sarjana botani tidak bereaksi apa-apa kecuali bingung, bu Hani memutuskan untuk bertanya langsung padanya.
Bu Hani: apa kau pernah dengar tentang kutukan lingkaran cinta?
Si pria sempat diam sebentar, seperti berfikir antara menjawab pertanyaan bodoh atau mengabaikanya  dan berlalu, berpura-pura tidak melihat apa-apa. Tapi dia memutuskan untuk menjawabnya.
Si pria: oh cerita bangsa cina itu, ia aku pernah mendengarnya. Terlibat dengan sebuah cinta yang melingkar, harus mengorbankan satu orang untuk memutuskan lingkarannya. Apa cerita itu masih ada? Hahahaha aku sering mendengarnya saat masih kecil.
Cerita itu memang terdengar sangat bodoh, apalagi saat seorang sarjana botani yang membicarakanya.
Si pria: dan apakah itu yang sedang kalian lakukan pada teman kalian yang terikat dipohon itu? Mengorbankanya untuk memutus lingkaran cinta kalian? Hahahaha jika itu benar, kalian sungguh lucu.
Tidak aneh, kami memang pantas ditertawakan. Jika aku jadi dia, aku akan langsung mengambil kamera dan merekam semua kejadian yang ada didepanku lalu mengunggahnya ke youtube.
Aku: jika anda masih ingin tertawa, sebaiknya cepat. Kami masih banyak urusan disini.
Si pria: maaf. Tapi ini serius. Akan ku beritau sebuah penelitian yang pasti akan membantu kalian. Diberitau pada sebuah kasus saat dimana sekelompok orang sedang tersesat dihutan atau tempat terpencil yang jauh dari keramian dalam jangka waktu yang lama, pikiran mereka akan mulai kacau tanpa mereka sadari. Mereka akan mulai merasakan perasaan mereka terikat pada orang didekat mereka yang terlampau batas normal seperti perasaan marah, takut bahkan cinta yang timbul karena terlalu lamanya mereka bersama dalam satu situasi dan kondisi yang berbahaya atau ekstrim.
Aku, sekretaris , tersangka dan bu Hani terdiam tanpa reaksi. Kami tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan si sarjana tumbuhan ini.
Si pria: kutukan lingkaran cinta yang kalian bicarakan itu hanya sebuah tekanan psikologi social karena terlalu lama ditempat terpencil contohnya seperti dihutan ini. Lama kelamaan akan sembuh dengan sendirinya.
Sekretaris : apa ini masuk akal?
Aku: aku lebih memilih mempercayai sarjana botani ini dari pada legenda bangsa cina.
Bu Hani: baiklah kalau begitu, semuanya sudah selesai. Ayo kita pulang…..
Aku: baiklah, ayo sekarang kita pulang
Tersangka : ayo (merangkulku)
Aku: I’LL KILL YOU!!!
Legenda itu ternyata hanyalah sebuah legenda, cerita sebelum tidur untuk anak-anak dari Cina. Aku rasa apapun yang terjadi didunia ini memang dapat dijelaskan dengan ilmiah, bahkan masalah kutukan lingkaran cinta konyol ini. Kamipun berpamitan dengan si sarjana Botani tadi dan pulang untuk melanjutkan liburan kami dirumah yang sisa beberapa hari lagi, melupakan yang pernah terjadi dan melanjutkan aktifitas seperti biasa.
Reno: hey tunggu…. Kalian lupa melepaskanku…. Hey….
***
Hari ini akhirnya bu Hani menikah. Seorang guru bahasa inggris yang hobi mengomel berumur 32 tahun, menikahi sarjana botani lulusan IPB yang sedang melanjutkan s2 berumur 24 tahun. Aku rasa ini juga dapat dijelaskan dengan ilmiah, bu Hani pasti membeli santet dari dukun yang hentah dimana dan mengguna-guna si sarjana botani agar menyukainnya. Putri, sekretrisku dan Aldi tersangkaku akhirnya berpacaran. Aku tetap dengan diriku sendiri, menikmati hidup seperti apa adanya. Lalu Reno…..
                 
Setelah penyakit psikologi itu sembuh, si katro Reno malah beralih mengejar-ngejarku.
 “Ara, jadikan aku bendahara kesayanganmu” teriak Reno.
                “YOU WANNA DIE?” bentaku.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar