Pagi hari setelah kami membereskan barang-barang kami, tiba-tiba bu Hani mengajak kami berkumpul.
“listen.
Walaupun ibu belum menikah, tapi sepertinya ini tidak dapat dibiarkan
berkembang semakin jauh. Cinta kalian ini harus dituntaskan sebelum terjadi
pertumpahan darah.” Jelas bu Hani.
Seperti saat dia sedang mengajar anak-anak, bu Hani berdiri
didepan kami, menerangkan setiap akibat yang terjadi dengan papan board yang
berdiri disampingnya. Aku ingin tau dari mana bu Hani mendapatkannya.
“seperti
yang sudah kalian ketahui sebelumnya, cinta kalian itu akan ibu deskripsikan.
Mulai dari Putri yang menyukai Aldi, Aldi menyukai Ara, dan Reno…. Reno
menyukai ibu. Sepertinya tidak terlihat seperti jalinan cinta pada umumnya”
lanjut bu Hani “Akan lebih mudah jika ini adalah cinta segitiga, bukan cinta
yang berjajar tanpa balas seperti ini.”
Apa? Cinta yang berjajar tanpa balas. Sebenarnya apa yang
akan dijelaskan oleh si perawan tua ini?
“skema
cinta yang kalian ketahui adalah seperti ini”
“Lingkaran?” Tanya sekretaris
heran.
“bu,
panah itu maksudnya bukan……” aku tak berani melanjutkan.
“kenapa
Ara, apa ada yang salah?”
“Ara
menyukaiku?” tanya Reno polos.
“lelucon
apa ini” kataku jengkel.
“Ara,
kau tau kenapa ibu pergi ke tendamu malam itu?” Tanya bu Hani lembut.
Aku sungguh tak tertarik dengan
pembahasan ini. Menjijikan dan menjengkelkan. Apa maksudnya ini, apa dengan
merasa jengkel melihat Reno akkhhh si kura-kura katro itu dekat dengan bu Hani
dan memikirkannya sepanjang malam, lalu merasa sedih saat dia sedih dan merasa
bahagia saat dia bahagia, tidak ingin jauh darinya dan ingin terus bersamanya
bisa dikatakan dengan perasaan suka?
“selama
kita berkemah kau tak pernah bicara pada ibu, selalu memasang tampang cemberut
saat Reno mendekati ibu, saat Reno berbicara pada ibu. Ibu pikir kamu cemburu
dan maka dari itu ibu pergi ke tendamu untuk mengkonfirmasi bahwa ibu tidak ada
apa-apa dengan Reno” jelas bu Hani
“bagus.
Sainganku hanya si kura-kura katro itu” gumam si tersangka.
“kau
dipecat” bentaku pada tersangka.
“apa?
Ara, eh… boss jangan dong”
“lalu,
tanda Tanya itu?” Tanya si sekretaris.
“bukan
apa-apa, hanya agar membuatnya tampak seperti love circle saja”
“Love
circle? Aku rasa aku pernah mendengarnya.” Kata tersangka ” The Curse of Love
Circle. Legenda pangeran dari cina yang terkena kutukan karena mencintai
adiknya sendiri, lalu sang adik mengadu pada dewa untuk menjauhkan kakanya itu
darinya dan terbentuklah likaran cinta yang menghambat sang pangeran untuk
menikahi adiknya.” Jelas si tersangka.
“BODOH.
Mana ada yang seperti itu didunia ini, itu hanya dongeng sebelum tidur untuk
orang-orang cina” kataku jengkel.
“ia,
aku juga pernah mendengarnya. Akhir ceritanya sangat menyedihkan. Lingkaran
cinta ini telah membuat rakyat cina menderita karena peperangan diantara
kerajaan besar, mengingat para petinggi kerajaanlah yang terlibat dalam
lingkaran cinta itu. Akhirnya adik si pengeran tersebut memutuskan untuk bunuh
diri agar lingaran cinta itu terputus.” Jelas Reno.
“haha,
kupikir kau hanya tau pelajaran saja” kata si tersangka.
“jika
itu dapat menyelesaikan masalah, aku akan korbankan Reno” kataku santai.
“aku
pikir itu ada benarnya juga” sambung sekretaris.
“aku
setuju” lanjut tersangka.
“apa?”
protes Reno. “hey Ara, bukankah kau menyukaiku?”
“aku
masih dapat mengontrol emosiku”
“anak-anak,
sudahlah itu hanya sebuah Legenda, tapi….. apa kalian ingat ramalan nenek
pemilik warung itu pada ibu? Dia menyebut tentang lingkaran cinta bukan?” kata
bu Hani.
“apa
ini ada hubungannya dengan nenek itu?” Tanya si sekretaris.
“apa
kubilang, nenek itu adalah hantu kesepian yang suka menggangu orang untuk
kesenanganya” kata si tersangka.
“kau
menyindirku?” tanyaku marah.
“tidak
boss, maaf”
“baiklah.
Apa kalian sudah mendongengnya? Ayo kita pulang, nanti keburu malam”
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang hari ini juga, melupakan
yang pernah terjadi dan akan menjalani hari yang baru.
……….
“sekretaris,
jam berapa sekarang?” tanyaku geram.
“jam
tujuh malam boss”
Saat kami memutuskan untuk pulang, kami berjalan mengikuti
jalan setapak keluar hutan. Nyatanya kami tersesat dan cukup lama berjalan
mengelilingi hutan itu. Tidak perlu ditanya bagaimana keadaan kami saat itu, bu
Hani terus mengomel, Reno menangis, tersangka terus marah-marah, hanya aku dan
sekretaris yang bertahan.
Setelah kami berhasil keluar dari hutan, hari sudah sore dan
tidak ada lagi mobil yang akan membawa kami pulang. Mobil pick up pembawa
sayuranpun sudah tidak ada dan akhirnya beginilah kita, berjalan tanpa arah dan
tujuan, lelah dan kelaparan.
“hey
kura-kura katro, pikirkan sesuatu” kata tersangka “kasihan Ara kecapean dan
kelaparan. Ara, kau tidak kedinginan? Kau mau aku pinjamkan bajuku untuk
menghangatkanmu?”
“just
shut you mouth up” bentaku.
“bagaimana
kalau kita istirahat di warung itu saja” kata Reno menyarankan.
“mana
ada disini warung, Reno” kata bu Hani.
“sepanjang
jalan yang kita lewati, ada bayak warung” jawab Reno polos
Baiklah,
ini adalah kebodohan, AKU TIDAK MAU MEMBAHASNYA. Akhirnya kamipun memutuskan
akan beristirahat malam ini di warung kecil yang ada di sudut jalan. Saat
memasuki warung itu hawa aneh mulai merasuk kedalam tubuhku. Sama persis pada
saat ibuku berada dibelakangku sambil mengacungkan pisaunya setiap pagi ke
arahku, menyeramkan dan sangat mistik. Tapi aku merasa sepertinya warung ini
tidak asing bagiku.
“ini
warung yang waktu itu kita pernah pakai untuk menginap saat datang kesini kan?”
kata Reno.
Reno benar, ini adalah warung yang digunakan untuk kami
tidur saat kedatangan kami waktu itu. Warung dengan nenek tua sebagai
penjaganya, tidak ada meja maupun kursi untuk tempat kami makan saat itu. Tapi,
bukankah waktu itu disudut warung ini ada patung wanita yang aneh, kenapa
sekarang tidak ada.
“ada
yang bisa saya bantu?”
Tiba-tiba nenek itu muncul lagi dari bawah meja kasir yang
ada didepan kami, membuat kami spot jantung saja.
“maaf
tadi ada yang jatuh kebawah” jelas si nenek “oh, kalian. Apa berkemah kalian
menyenangkan?”
“lumayan
nek, apa boleh kami menginap semalam lagi disini karena bus untuk kami pulang
sudah tidak beroprasi lagi pada jam segini. Akan kami bayar dengan ongkos
menginap yang waktu itu juga” Kata Bu Hani.
“oh,
baiklah akan nenek siapkan dulu yah” si nenek pun berlalu.
Akhirnya
disinilah kami, menginap semalam di warung yang kecil ini. Tapi malam ini kami
tidak tidur dan memutuskan untuk berdiskusi. Agar lebih mudah akan aku buat
seperti dialog.
Sekretaris : saat pertama menginap diwarung ini, aku sudah
mulai merasa bahwa ada yang aneh dengan tubuhku.
Tersangka : aku juga merasakan hal yang sama. Aku rasa si
nenek itu benar-benar ada hubungannya dengan kutukan lingkaran cinta itu.
“kutukan lingkaran cinta?” tiba-tiba nenek pemilik warung
yang hentah dari mana muncul dan mengagetkan kami. Apakah memang hobi
nenek-nenek itu mengagetkan orang yah?
Nenek: kalian membicarakan tentang kutukan lingkaran cinta?
Bu Hani: iya nek. Mmm….Nenek ingat saat meramalku, nenek
menyebutkan tentang lingkaran cinta?
Tersangka: apa nenek benar-benar hantu dari cina?
Aku kepada si tersangka : DIAM!!
Nenek: ya, nenek ingat.sebenarnya itu adalah legenda tentang segerombolan orang yang terjebak
dalam cinta yang arahnya melingkar diantara mereka.
Sekretaris : jadi?
Nenek: sebelumnya……siapa yang menyentuh patungku?
Semua terdiam dan menatap padaku.
Aku: apa? Kenapa?
Sekretaris : hanya kau yang selalu melanggar aturan.
Aku: terserah, tapi aku tidak menyentuhnya.
Bu hani: kalau buka Ara, bukan Putri, bukan Reno, bukan Aldi
dan bukan ibu, lalu? Kami tidak menyentuhnya nek, maaf. Apakah patung itu yang
menyebabkan semua ini?
Tersangka : apa patung itu patung terkutuk yang jika
tersentuh dia akan murka dan menebarkan kutukannya?
Aku pada si tersangka lagi: DIAM!!
Nenek: tidak, hanya saja ada sidik jari yang membekas pada
patung itu. Patung itu adalah patung terakhir
yang dibuat oleh suami nenek yang sudah lama meninggal. Nenek hanya tidak suka
jika ada yang menyentuhnya, sekarang patung itu nenek letakan di kamar.
Sekretaris : lalu kutukan cinta itu?
Nenek: apa kalian benar-benar mengalaminya?
Kami menjawab dengan anggukan.
Nenek: jika itu benar, dilihat dari jumlah kalian sepertinya
akan ada cinta terlarang di antara…….
Sekretaris : aku juga takut itu terjadi, bu Hani….. tidak
menyukaiku kan?
Bu Hani: apa? Apa kamu pikir ibu sepasrah itu karena tidak
ada yang melamar ibu sehingga ibu akhirnya menyukai wanita?
Sekretaris : sepertinya tidak.
Nenek: berarti ada orang lain selain kalian yang ada dihutan
itu. Carilah orang itu, kalian akan menemukan jawabanya.
Bu Hani, Reno, aku, Aldi, Putri: hutan?
Tersangka : siapa? Apa hantu itu adalah penjaga hutan? Dia
murka karena kami belum minta ijin berkemah dihutanya?
Aku kepada si tersangka lagi: AKAN KU JAHIT MULUTMU!!
Dan aku bersumpah akan benar-benar menjahit mulutnya jika
dia bicara sesuatu yang membuat masalah ini menjadi tambah aneh.
Nenek: bukan. Hanya warga sipil. Orang keenam, kalian
mengerti?
Reno: apa orang keenam itu yang disukai bu Hani, tapi dia
menyukai putri? Pelengkap lingkaran cinta diantara kita?
Nenek: sudah malam, anak muda ayo cepat tidur, besok banyak
yang harus kalian kerjakan.
Dan
nenek tua itupun berlalu. Cerita ini semakin aneh saja menurutku, kupikir ini
karena patung nenek itu lalu sekarang karena hutan itu, apakah dijaman yang
semoderen ini masih ada hal yang seperti itu. Tapi sebaiknya aku percaya saja
untuk saat ini. Sebenarnya masalah kita ini bisa dibilang sangat sederhana,
tapi jika ini terus berlanjut maka akan terjadi pertumpahan darah diantara
kami. Aku tidak mau anak buahku saling membunuh dan memberontak padaku, harga
diriku sebagai seorang boss dipertaruhkan disini, jadi ini adalah masalah besar
dan harus dituntaskan segera. Kami memutuskan untuk kembali ke hutan untuk
mencari orang terakhir yang terlibat dengan kutukan lingkaran cinta ini.
***
Di
hutan….
“seperti
apa orang itu?” tanya sekretris.
“bagaimana
kita menemukan orang itu dihutan yang seluas ini, dan belum tentu dia masih ada
dihutan ini” kata Reno.
“kenapa
kita tidak berpencar saja. Reno, bu Hani dengan sekretaris, aku dengan Ara”
usul si tersangka.
“YOU
WANNA DIE?” bentaku.
Setelah
dipikir-pikir ini memang usaha yang sia-sia, mana ada orang yang datang ke
hutan seperti ini selain kami. Apakah benar yang kita alami adalah kutuan
cinta? Dan apakah kami sudah gila dengan mempercayai perkataan nenek tua
penjaga warung remang-remang?
Setelah lama mencari
mengelilingi hutan ini, kamipun mulai putus asa.
“ikuti
kata legenda, korbankan satu untuk memutuskan lingkaran. Tidak perlu mencari
orang keenam” usul si tersangka.
“aku
pilih Reno” kataku
“aku
juga” sambung sekretaris
“terserah
jika itu yang terbaik” lanjut bu Hani
“tunggu,
hey, Ara bukankah kau menyukaiku? Ara?” teriak Reno.
Reno benar-benar akan kami korbankan demi kelangsungan hidup
kami. Aku dan tersangka sudah memegangi
Reno, bu Hani mengikatkan Reno pada sebatang pohon dan sekretaris akan
menyiapkan api untuk membakar Reno sementara itu Reno berusaha untuk melawan,
dia tidak berhenti meronta-ronta dan berteriak minta tolong.
“ada
apa ini?”
Tiba-tiba ada yang datang dari dalam hutan, seorang pria,
sendirian, menggendong tas besar. sepertinya pria itu habis berkemah dihutan
ini.
“kau
siapa?” tanyaku
Agar lebih mudah akan kubuat seperti dialog.
Si pria: saya sarjana botani IPB yang sedang melakukan riset
untuk gelar S2 saya.
Sekretaris : apa kau sudah lama dihutan ini?
Si pria : satu minggu.
Tersangka : jadi ini orang yang satu lingkaran sama kita,
lumayan berwibawa juga.
Benarkah? Benarkah ini orang yang ada pada lingkaran cinta kita?
Orang keenam yang melengkapi lingkaran? Akhirnya aku terbebas……… tapi, kenapa
orang ini tidak bereaksi apa-apa pada kami? Menurut diagram lingkaran yang
dibuat oleh bu Hani, harusnya dia sekarang akan berlari ke arah sekretaris,
memeluknya dan berkata “aku sudah
mencarimu kemana-mana didalam hutan ini, tanpa makan dan mandi, memikirkanmu
sepanjang malam, mengkhawatirkanmu jika kau terluka. Akhirnya aku menemukanmu
juga disini”. Tapi mengapa reaksinya tidak seperti itu?
Aku: apa kau merasakan sesuatu?
Si pria: merasakan apa?
Aku: saat melihat dia (menunjuk pada sekretaris)
Si pria: tidak. Kenapa? Dan apa yang kalian lakukan padanya?
(menunjuk Reno yang terikat dipohon tak berdaya) kalian akan menyakiti pohon
itu. Jika ingin mengikat orang, ikatlah dipohon yang lebih besar.
Reno: aku akan dibakar hidup-hidup oleh mereka dan kau hanya
memikirkan pohon?
Melihat si sarjana botani tidak bereaksi apa-apa kecuali
bingung, bu Hani memutuskan untuk bertanya langsung padanya.
Bu Hani: apa kau pernah dengar tentang kutukan lingkaran
cinta?
Si pria sempat diam sebentar, seperti berfikir antara
menjawab pertanyaan bodoh atau mengabaikanya
dan berlalu, berpura-pura tidak melihat apa-apa. Tapi dia memutuskan
untuk menjawabnya.
Si pria: oh cerita bangsa cina itu, ia aku pernah
mendengarnya. Terlibat dengan sebuah cinta yang melingkar, harus mengorbankan
satu orang untuk memutuskan lingkarannya. Apa cerita itu masih ada? Hahahaha
aku sering mendengarnya saat masih kecil.
Cerita itu memang terdengar sangat bodoh, apalagi saat
seorang sarjana botani yang membicarakanya.
Si pria: dan apakah itu yang sedang kalian lakukan pada
teman kalian yang terikat dipohon itu? Mengorbankanya untuk memutus lingkaran
cinta kalian? Hahahaha jika itu benar, kalian sungguh lucu.
Tidak aneh, kami memang pantas ditertawakan. Jika aku jadi
dia, aku akan langsung mengambil kamera dan merekam semua kejadian yang ada
didepanku lalu mengunggahnya ke youtube.
Aku: jika anda masih ingin tertawa, sebaiknya cepat. Kami
masih banyak urusan disini.
Si pria: maaf. Tapi ini serius. Akan ku beritau sebuah
penelitian yang pasti akan membantu kalian. Diberitau pada sebuah kasus saat dimana
sekelompok orang sedang tersesat dihutan atau tempat terpencil yang jauh dari
keramian dalam jangka waktu yang lama, pikiran mereka akan mulai kacau tanpa
mereka sadari. Mereka akan mulai merasakan perasaan mereka terikat pada orang
didekat mereka yang terlampau batas normal seperti perasaan marah, takut bahkan
cinta yang timbul karena terlalu lamanya mereka bersama dalam satu situasi dan
kondisi yang berbahaya atau ekstrim.
Aku, sekretaris , tersangka dan bu Hani terdiam tanpa
reaksi. Kami tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan si sarjana tumbuhan
ini.
Si pria: kutukan lingkaran cinta yang kalian bicarakan itu
hanya sebuah tekanan psikologi social karena terlalu lama ditempat terpencil
contohnya seperti dihutan ini. Lama kelamaan akan sembuh dengan sendirinya.
Sekretaris : apa ini masuk akal?
Aku: aku lebih memilih mempercayai sarjana botani ini dari
pada legenda bangsa cina.
Bu Hani: baiklah kalau begitu, semuanya sudah selesai. Ayo
kita pulang…..
Aku: baiklah, ayo sekarang kita pulang
Tersangka : ayo (merangkulku)
Aku: I’LL KILL YOU!!!
Legenda itu ternyata hanyalah
sebuah legenda, cerita sebelum tidur untuk anak-anak dari Cina. Aku rasa apapun
yang terjadi didunia ini memang dapat dijelaskan dengan ilmiah, bahkan masalah
kutukan lingkaran cinta konyol ini. Kamipun berpamitan dengan si sarjana Botani
tadi dan pulang untuk melanjutkan liburan kami dirumah yang sisa beberapa hari
lagi, melupakan yang pernah terjadi dan melanjutkan aktifitas seperti biasa.
Reno: hey tunggu…. Kalian lupa melepaskanku…. Hey….
***
Hari ini akhirnya bu Hani menikah. Seorang guru bahasa
inggris yang hobi mengomel berumur 32 tahun, menikahi sarjana botani lulusan
IPB yang sedang melanjutkan s2 berumur 24 tahun. Aku rasa ini juga dapat
dijelaskan dengan ilmiah, bu Hani pasti membeli santet dari dukun yang hentah
dimana dan mengguna-guna si sarjana botani agar menyukainnya. Putri, sekretrisku
dan Aldi tersangkaku akhirnya berpacaran. Aku tetap dengan diriku sendiri,
menikmati hidup seperti apa adanya. Lalu Reno…..
Setelah penyakit psikologi itu sembuh, si katro Reno malah
beralih mengejar-ngejarku.
“Ara, jadikan aku bendahara kesayanganmu”
teriak Reno.
“YOU
WANNA DIE?” bentaku.
THE END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar