Kemaren, tepatnya hari Jum'at tanggal 16-Mei-2013, Ayah dari temen satu jurusan Gua meninggal dunia. Innalilahi wa Innaillahi rajiuun...
Semoga Amal ibadah beliau di terima disisi-Mu ya Allah.
Gua akan ceritakan bagaimana Bokap nya temen Gua ini meninggal.
Jadi ceritanya , malem-malem, yaitu Kamis malam, Bokapnya ini baru pulang kerja dari Jakarta mau balik ke rumahnya. Saat perjalanan pulang itulah terjadi kecelakaan yang membuat Beliau itu tidak akan bertemu dengan keluarga nya lagi. Beliau itu kecelakaan karena keserempet sama mobil kecil dan, Maaf, kepalanya terlindas oleh mobil lain yang berlawanan arah sehingga meninggal ditempat.
Keesokan harinya abis Jum'atan Gua sama temen-temen sejurusan berniat untuk Ngelayat ke rumah temen Gua itu. Yang membuat Gua termenung dan sangat miris adalah saat gua melewati tempat dimana Beliau, Bokapnya temen Gua itu kecelakaan. Jadi Man, jalan yang mau kerumahnya itu harus melewati jalan-jalan milik Pabrik (Kebetulan di sekitar rumah nya tersebut banyak pabrik-pabrik). Jalanan yang digunakan sangat jauh dari kata Aman. Jalanan nya udah berlubang dan tidak rata. Setiap patahan/ potongan jalan, ada yang muncul keluar. jalanan nya sangat jelek ditambah lagi, di setiap retakan jalan terlihat dibawah nya aliran air yang cukup deras. mungkin dibawah jalan itu adalah selokan tempat pabrik-pabrik menyalurkan limbah nya. Airnya juga warna hitam pekat Man. Dan itu hampir disepanjang jalan. Jalanan nya sangat sempit dan di situlah Truk-truk pabrik berlalu lalang dengan muatan nya yang sangat berat. Tebal jalanan itu pun sangat Tipis (Gua bisa lihat dari bekas patahan jalan yang menonjol keatas itu). seperti hanya sebuah semen Plesteran setebal tidak lebih dari 20 Cm. Kebayang kaga kalau itu jalan Ambrol, dibawahnya lagi banyak limbah. Serem banget pasti. Oia, dan penerangan di sepanjang jalan hampir tidak ada. Tidak ada sama sekali yang namanya lampu jalan disepanjang jalan yang Gua lewatin. Mungkin kalau malam hari, yang lewat sana Cuma mengandalkan cahaya lampu dari kendaraan sendiri dan cahaya lampu yang keluar dari pondokan-pondokan di sepanjang jalan. Tapi karena Gua ngelayatnya siang-siang jadi masih terang. Kagak kebayang warga disekitar sana yang tiap hari lewat jalan itu.
Disini gua mulai tertegun. Pantas aja kecelakaan bisa terjadi ditempat ini. Jalanan yang rusak dan pencahayaan yang kurang. Siapa yang harus disalahkan jika Nyawa seseorang menjadi taruhan nya. ada keluarga yang menunggu nya pulang di rumah, tapi saat sampai rumah, beliau telah tiada. Memang penyebab langsung beliau meninggal bukan jalanan yang rusak dan pencahayaan yang kurang, tapi itu bisa menjadi Faktor terjadinya sebuah kecelakaan tersebut. Kalau Gua boleh menyalahkan, Gua akan menyalahkan siapapun yang bertanggung jawaba dalam pembangunan jalan di Sekitar Karawang. (Rumah temen Gua di sekitar Karawang). Kitakan punya APBD, kenapa tidak digunakan untuk mempermulus jalanan, terutama gang-gang yang masuk ke kampung-kampung seperti kasus Temen Gua ini. Masih mending Kampung, ini daerah Industri dimana banyak mondar-mandir Truk-truk besar membawa angkutan berat. harusnya kondisi jalan nya lebih diperbaiki lagi lah... Kalau Ngak, penduduk disekitar pabrik yang jadi korban.
Pemerintah sebaik nya mulai mementingkan kepentingan Umum dulu... mulai dari Infrastruktur jalan saja, karena itulah hal yang sangat pokok di setiap daerah. Jalan digunakan sehari-hari untuk kita beraktifitas. Hai para petinggi Daerah khususnya dan para petinggi negara pada Umumnya, jangan hanya memikirkan PEMILU saja.... karena ketidak pedulian kalian, nyawa orang lain menjadi taruhanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar